Kekuatan Baru Militer: Evolusi Perisai Udara Hibrida Iran
Secara fisik, Iran mengandalkan pertahanan berlapis yang memadukan rudal impor S-300 dari Rusia, S-200, dan kebanggaan domestik mereka, Bafar 373.
Sistem Bafar 373 ini sangat krusial karena ditenagai oleh radar AESA (Meraj-4) yang mampu melacak berbagai target sekaligus dan sangat kebal terhadap gangguan elektronik musuh.
Saat ini, ancaman pertempuran telah bergeser ke "medan perang tak terlihat" melalui manipulasi frekuensi radio seperti jamming dan spoofing GPS yang bisa membutakan navigasi. Sadar akan celah digital ini, Iran merancang strategi redundansi atau jaringan pertahanan berlapis. Sebagai contoh, apabila radar S-300 berhasil dibutakan oleh peretas, radar canggih dari Bafar 373 akan secara otomatis mengambil alih pelacakan.
Kesimpulannya, standar kekuatan militer abad ke-21 telah berubah drastis. Kekuatan negara tidak lagi sekadar diukur dari seberapa jauh rudal bisa melesat, melainkan seberapa tangguh jaringan digitalnya beradaptasi melawan serangan siber {alertSuccess}.
{getButton} $text={Klik Infografis} $icon={link} {getButton} $text={Unduh PDF} $icon={cart}
